Jumat, 28 November 2014

Tugas membawa Persija juara ISL musim depan tak mudah untuk Rahmad Darmawan.

Rahmad Darmawan akhirnya 'pulang' ke Persija Jakarta untuk mengawal tim berkostum oranye tersebut mengarungi Indonesia Super League 2015. RD didapuk menjadi suksesor Benny Dolo yang gagal memenuhi keinginan manajemen bahkan tak mampu membantu Persija lolos ke delapan besar ISL 2014.
Sebelumnya, RD sudah dua kali membesut tim berjuluk Macan Kemayoran. Ia pernah menjadi nahkoda Persija tahun 2006 dan 2010, namun belum sekali pun mampu mempersembahkan trofi kepada publik Gelora Bung Karno.
RD pun mengaku tak akan mudah memenuhi target dari manajemen untuk mengantar Persija menjadi kampiun ISL musim depan. Ia butuh dukungan penuh untuk mewujudkan hal yang telah diidamkan sejak terakhir kali menjadi juara liga tahun 2001.
"Saya datang ke sini untuk yang ketiga kali bukan berarti tim langsung bagus. Untuk mencapai target kami butuh dukungan dari manajemen dan suporter. Yang jelas saya akan berusaha lebih baik di sini dan melatih sambil beribadah," terang RD usai diperkenalkan kepada insan pers, Kamis (27/11).
Sebelum Persija memastikan pelatih mereka, rumor hangat lainnya adalah kembalinya sosok Bambang Pamungkas untuk membela Macan Kemayoran musim depan. Ferry Paulus selaku presiden klub pun tidak menampik hal itu, dan di sisi lain, RD siap menyambut pulangnya Bepe ke klub yang telah membesarkan namanya itu.
"Soal Bepe, kami memang sudah komunikasi. Namun kami belum bisa berkata banyak karena belum tandatangan kontrak," ungkap Ferry. "Jika Bambang Pamungkas ingin kembali, tangan saya terbuka lebar untuk dia," timpal RD sambil tersenyum.

Kamis, 27 November 2014

Beruntung dua pemain Indonesia tersebut hanya menderita cedera ringan.

Partai pembuka Piala AFF 2014 akan mempertemukan tuan rumah Vietnam dan Indonesia di Stadion My Dinh Nasional, Hanoi, Sabtu (22/11) malam. Indonesia selaku tim tamu pun siap menantang tuan rumah meski dengan sedikit gangguan.
Dua pemain Indonesia, Boaz Solossa dan Manahati Lestusen dinyatakan pelatih Alfred Riedl mengalami cedera kecil. Namun peramu taktik berpaspor Austria meyakini bahwa kondisi tim dalam keadaan baik dan kedua pemain tersebut tersedia untuk diturunkan.
"Setelah sebelumnya ada dua atau tiga pemain yang cedera, saat ini kondisi tim lebih baik. Hanya ada beberapa pemain yang mengalami cedera minor seperti Boaz dan Manahati, tapi besok mereka siap untuk bermain," ungkap Riedl dalam sesi jumpa pers di Hotel Crowne Plaza, Hanoi, Jumat (21/11) sore waktu setempat.
Berbicara soal kekuatan lawan, Riedl pun menilai Vietnam telah jauh berbeda ketimbang saat ia masih menangani tim berjuluk Red Jersey tersebut, pada 2007. Vietnam sekarang dipandangnya telah mengalami perubahan pesat dengan regenerasi yang bagus.
"Itu adalah hal yang berbeda. Saya melatih timnas Vietnam pada 2007 sementara sekarang sudah 2014. Banyak regenerasi yang sudah terjadi di timnas Vietnam dan pelatih mereka pun berbeda," ulasnya

Rabu, 26 November 2014

Zamrun yakin Indonesia bisa memenuhi ekspektasi bila bermain fokus

Jelang melawan Vietnam besok, pemain depan Indonesia Zulham Zamrun mengungkapkan rekan satu timnya berada dalam kondisi yang fit.
Zamrun mengaku sejauh ini semua berjalan sesuai rencana, meski harus diakui Vietnam tak akan memberikan perlawanan mudah.
"Kami dalam kondisi bagus untuk melawan vietnam, tidak ada masalah cuaca atau adaptasi," ungkap Zamrun kepada Goal Indonesia secara eksklusif.
"Tetapi melawan Vietnam adalah lawan yang berat. Mereka bisa bermain dengan sangat cepat. Namun kami harus bisa, terutama bekerja lebih lagi."
Zamrun juga mengungkapkan Alfred Riedl telah membuat rencana yang bagus menghadapi Vietnam.
"Skema yang disiapkannya bagus, dan saya tentu akan senang dimainkan, tetapi semua sesuai dengan strategi yang dia mainkan. Hingga kini belum ada pengumuman siapa 11 pemain yang menjadi starter," tegasnya.

Selasa, 25 November 2014

Zulham menuturkan Riedl adalah pelatih yang bagus

Penggawa timnas IndonesiaZulham Zamrun, mengaku sangat terkesan selama dilatih oleh Alfred Riedl. Zulham memang menjadi salah satu pemain andalan pelatih asal Austria tersebut dalam skuat Piala AFF 2014.
Masa kebersamaan Zulham dengan Riedl bisa dibilang hanya tinggal menunggu pertandingan terakhir Grup A melawan Laos di Stadion Hang Day, Hanoi, Jumat (28/11) nanti. Menyusul, peluang Indonesia untuk lolos ke babak delapan besar Piala AFF sangat tipis.
Menurut pemain yang membela Mitra Kukar pada Indonesia Super League (ISL) 2014 itu, Riedl adalah pelatih yang bagus. "Dia punya disiplin yang sangat kuat, dia bisa mengubah pemain dari pemain yang tidak bisa disiplin menjadi pemain yang disiplin," kata Zulham, usai berlatih bersama timnas, Rabu (26/11) pagi.
Tanpa canggung, pemain berusia 26 tahun itu mengakui dia adalah salah satu pemain yang berhasil diubah Riedl. "Jujur saja, saya pemain yang tidak disiplin. Cuma dia bisa mengubah saya menjadi pemain yang sangat disiplin. Saya suka sama dia," paparnya.

Senin, 24 November 2014

Dia menuturkan masih belum ingin pensiun sebagai pelatih

Masa tugas Alfred Riedl sebagai pelatih timnas Indonesia hanya tinggal menghitung hari. Itu jika timnas gagal melaju ke babak semi-final Piala AFF 2014. Peluang tim Garuda untuk lolos ke babak selanjutnya pun sangat tipis.
Menyusul, mereka harus menang dengan skor besar di laga terakhir Grup A melawan Laos di Stadion Hang Day, Hanoi, Jumat (28/11). Riedl pun memastikan jika dia gagal bakal meninggalkan Indonesia.
Meski begitu, dia masih belum ingin pensiun sebagai pelatih. "Kontrak saya habis sampai Desember, dan selanjutnya akan melihat tawaran baru yang akan datang kepada saya. Mungkin hal pertama yang akan saya lakukan setelah ini adalah kembali ke rumah. Saya tetap fit untuk melatih, jadi kita lihat tahun depan," kata Riedl, kepada wartawan usai sesi jumpa pers jelang laga melawan Laos.
Lebih lanjut, pelatih asal Austria itu secara terang-terangan enggan melatih klub Indonesia. "Karena kebanyakan manajer di tim Indonesia memiliki kekuasaan yang sangat kuat, dan dan bagi saya tidak bisa seperti itu," jelasnya. 
"Karena ketika kamu diserahkan tanggung jawab sebagai pelatih, kamu harus mempunyai kekuatan penuh. Jadi, ketika kamu gagal dia bisa menendang kamu. Tapi, jika manajer mempunyai kekuasaan penuh sampai kamu melakukan sesuatu, dan kamu kalah, dia akan menendang kamu. Itu sesuatu yang salah di Indonesia," tambah pelatih berusia 65 tahun itu.

Minggu, 23 November 2014

Riedl mengungkapkan rumput lapangan di stadion tersebut tidak bagus

Timnas Indonesia mengeluhkan kondisi lapangan Stadion Hang Day yang akan dijadikan sebagai tempat pertandingan melawan Laos, Jumat (28/11) esok. Menurut pelatih Indonesia, Alfred Riedl, kondisi rumput lapangan di stadion tersebut tidak bagus.
"Ya, lapangan tidak bagus. Mereka berjanji akan memotong rumput di lapangan ini. Itu akan membuat Pemain merasa lebih baik," kata Riedl, usai memimpin timnya uji coba lapangan, Kamis (27/11) petang.
Dia berharap, panitia penyelenggara memperbaiki kondisi rumput yang berada di lapangan bagian tengah. Memang, berdasarkan pantauan Goal Indonesia, kondisi rumput di lapangan tersebut terlihat tebal dan tidak rata.
"Tapi, masih ada lapangan yang lebih buruk dari ini," tutur pelatih asal Asal Austria tersebut.
Seperti diketahui, laga melawan Laos akan menjadi penentuan apakah Indonesia bisa melaju ke babak semi-final atau tidak. Tim Garuda harus menang dengan skor besar,  namun dengan catatan di saat bersamaan Vietnam kalah Dari Filipina.

Sabtu, 22 November 2014

PERSIB U-17 Target Poin Penuh di Laga Pamungkas

elatih PERSIB U-17, Adji Bratakusuma, menargetkan anak-anak asuhnya untuk dapat poin penuh dari Persimuba Banyuasin. Pertandingan lanjutan Piala Soeratin Babak 16 Besar, Grup IX ini akan dihelat di Stadion Siliwangi, Selasa (18/11).

"Kita tidak mau kecolongan di pertandingan terakhir. Kita tetap target menang," kata Adji, Senin (17/11).

Target itu ditegaskan Adji juga sebagai pembelajaran buat anak-anak asuhnya untuk selalu tampil maksimal di setiap pertandingan. Tidak memandang bagaimanapun kondisi tim yang dibelanya. Termasuk saat ini, di mana PERSIB bisa lolos dengan hasil imbang.

"Persimuba bermain sangat bagus, meski pertandingan melawan Jember United kalah dua nol. Mereka pasti akan ngotot  saat melawan PERSIB karena masih punya peluang lolos," bebernya.

Di Babak 16 Besar Grup IX ini, tiga tim masih mempunyai peluang besar untuk melaju ke babak selanjutnya. Ketiganya akan kembali bertanding pada Selasa (18/11). PERSIB melawan Persimuba, sedangkan Jember United menghadapi PS Bireun. ***

Jumat, 21 November 2014

PERSIB U-17 Bertekad Kawinkan Gelar

Manajer PERSIB U-17, Yoyo S. Adireja berharap timnya yang sedang berjuang di Piala Soeratin 2014 dapat mengawinkan gelar dengan juara yang telah diraih seniornya di ISL 2014.
“Harapannya dapat mengawinkan gelar. Kemarin senior, mudah-mudahan nanti kita pun dapat meraih juara,” harapnya.
Menghadapi Babak Delapan Besar, Yoyo mengaku selalu menargetkan kemenangan. Selain juga tetap menanamkan proses pembelajaran untuk tampil di ajang sepak bola yang lebih tinggi.
“Doakan saja semoga apa yang dicita-citakan dapat terwujud,” ucapnya.
Babak perempat final akan berlangsung di Bandung dan Malang pada 22 November 2014. PERSIB U-17 sebagai juara grup IX akan menghadapi Persis Solo sebagai runner-up Grup X di Bandung.
Partai lainnya yang digelar di Bandung adalah antara Bintang Jaya Asahan sebagai juara Grup X akan menghadapi Jember United  sebagai runner-up Grup IX. Sedangkan dua laga di Malang adalah Bontang FC vs Persiter Ternate dan  Persigo Gorontalo vs Nusa Ina. ***

Kamis, 20 November 2014

Komposisi Tim Pelatih Tak Berubah

Pelatih PERSIB, Djadjang Nurdjaman rencananya akan tetap mempertahankan empat asisten pelatih yang musim ini. Mereka adalah Herrie Setyawan, Asep Sumantri, Yaya Sunarya dan Anwar Sanusi.
Komposisi asisten pelatih akan dipertahankan untuk musim depan. Ia melihat prestasi tim yang sukses meraih trofi Indonesia Super League (ISL) 2014 dan kinerja para asisten dalam membantunya mewujudkan impian selama ini.
"Mungkin akan tetap," ucap Djadjang singkat, Kamis (20/11).

Asep dan Anwar adalah para pemain PERSIB era 1994/1995 yang membawa juara liga pertama Indonesia. Pada tahun itu, Djadjang Nurdjaman menjabat sebagai asisten pelatih Indra Tohir.
Sementara Herrie adalah mantan pemain yang dibesarkan di Pelita Jaya di era galatama dan Liga Indonesia. Pada LI IV 1997/1998 Herrie bergabung dengan PERSIB.

Sedangkan Yaya Sunarya pernah bergabung sebagai pelatih fisik pada tahun 2013 dan sebelumnya bermain di era Yaris Riayadi. Setelah hampir satu dekade malang melintang di luar Bandung musim lalu PERSIB memanggilnya kembali. ***

Rabu, 19 November 2014

Performa Persib Musim Depan Pasti Lebih Baik

Dia sendiri berjanji akan melakukan hal serupa dengan harapan dapat mempertahankan gelar juara.

Di tahun ini, pertama kali Tantan berkostum Persib setelah menanggalkan jersey Sriwijaya FC di musim 2013. Bersama Persib, pemilik nomor punggung 82 itu sudah menyumbang dua gol serta lima assist.

"Target kita di musim depan harus bisa mempertahankan gelar yang kita ambil dengan kerjakeras ini. Tetapi saya percaya, performa tim akan lebih baik dengan adanya beberapa pemain baru. Saya sendiri tentunya akan lebih meningkatkan diri untuk mewujudkan itu semua," tekad Tantan.

Dia menambahkan, semua klub yang bermain di ISL musim 2015, masih menjadi lawan berat bagi Maung Bandung. Dengan demikian, dia sendiri enggan menganggap enteng semua calon lawannya sekalipun di musim ini Persib sukses memboyong trofi juara.

Terlebih, musim depan PT Liga Indonesia akan kembali mengunakan format satu wilayah dengan peserta 20 tim. Ini yang dimaksud Tantan persaingan akan semakin berat, dan juga melelahkan.

"Semua tim masih menjadi lawan yang berat untuk Persib dan saya kira kompetisi musim depan akan lebih berat. Mempertahankan gelar juara akan lebih sulit dari pada meraih. Kita harus hati-hati, jangan sampai menjadi bumerang juga. Tetapi kita bertekad untuk mempertahankan gelar ini," pungkas dia. [hus]

Selasa, 18 November 2014

vujovic bertahan di persib

Vladimir Vujovic memastikan dirinya untuk bertahan PERSIB di musim depan. Dirinya mengaku tak sabar untuk kembali ke Bandung guna menandatangani kontrak baru bersama Maung Bandung.

"Saya selalu berkomunikasi dengan coach Djadjang, pak Umuh dan beberapa pemain. Saya berharap segera ke Bandung dan menandatangani kontrak baru bersama PERSIB," katanya melalui surat elektronik, Jumat (21/11).

Pemain asal Montenegro ini juga menyatakan siap mempertahankan gelar juara di musim depan. Selain itu, PERSIB juga akan berkompetisi di level Asia.

"Musim depan akan lebih sulit karena kami akan banyak bepergian, termasuk berkompetisi di Piala AFC. Tapi itu akan menjadi tantangan sekaligus hal bagus untuk mempromosikan klub (PERSIB) di Asia," ucap bek jangkung itu. ***

Senin, 17 November 2014

Kontrak Akan Diperpanjang, Tantan Bersyukur

Hampir 2 pekan sudah Persib menuntaskan dahaga mereka akan gelar juara yang begitu diidamkan selama 19 tahun, momentum ini juga dirasa para punggawa Persib sebagai puncak prestasi mereka selama berkarir sebagai pesepakbola. Seperti yang dilakukan oleh Tantan, dia mengatakan akan menggelar syukuran atas kesuksesan Persib serta rencana kepergian dirinya ke tanah suci sebagai bonus dari sang manajer.
“Acara khusus ada selametan Persib juara dan pergi ke Umrah. Makan-makan saja. Kalau khusus perpanjangan kontrak mungkin nanti sudah beres Umrah,” ujar pemain asal Lembang itu ketika dihubungi, Kamis (20/11).
Sementara itu untuk mengisi waktu luang selama libur kompetisi, Tantan mengatak dirinya saat ini sedang fokus mencurahkan perhatiannya pada sang istri serta kedua putri tercintanya. Kondisi seperti ini memang jarang dimiliki ketika Persib sedang mengarungi ketatnya kompetisi.
“Sama keluarga kumpul saja, kalau Sabtu Minggu paling jalan-jalan. Daerah Bandung sih ke mall saja, ajak anak main. Kalau dua-duannya sekolah paling antar jemput sekolah, kalau di rumah becanda saja. Rencana khusus gak ada, karena Senin sampai Jumat istri kerja,” sambungnya.
Selain itu Tantan yang sejak kecil hidup mandiri dengan menggembala sapi mengaku hingga kini dia terus memantau hewan peliharaanya tersebut. Sedangkan untuk menjaga kebugaran fisiknya dia tetap sesekali berolahraga dengan bermain futsal bersama rekan-rekannya.
“Kegiatan di libur ini paling futsal dan main bola, artinya jaga kondisi. Libur terlalu lama enggak baik juga kalau tidak jaga kondisi,” usainya.

Minggu, 16 November 2014

sejak persib didirikan

SEJAK Persib Bandung resmi didirikan pada tanggal 14 Maret 1933. Tidak hanya catatan prestasi juara yang pernah ditorehkan, hingga usianya yang ke-79 tahun sejumlah catatan penting pernah ditorehkan Maung Bandung, redaksipersibholic.com, mencatat ada beberapa peristiwa penting yang menghiasi perjalanan Persib sejak 1933 hingga 2012 ;
Tahun 1937 Persib untuk pertama kali merebut gelar juara kompetisi tingkat nasional dengan mengalahkan Persis Solo 2-1 di Stadion Sriwedari, Solo.
Stadion Siliwangi yang dianggap sebagai salah satu stadion bersejarah dalam perjalanan Persib, resmi dibuka pada tahun 1956.
Persib meraih gelar juara Perserikatan kedua pada musim 1961 setelah menyingkirkan enam tim lainnya pada putaran final yang digelar dengan sistem kompetisi penuh Maung Bandung unggul dari enam rivalnya, PSM Makassar, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, PSIS Semarang, dan Persema Malang.
Persib tampil sebagai juara Medeka Games di Malaysia pada Tahun 1962. Pada saat itu, Persib mendapat kehormatan untuk mewakili Indonesia pada ajang tersebut. Persib tampil sebagai juara dengan mengkandaskan Pakistan dengan skor 2-1.
Tahun 1964 menjadi tahun bersejarah bagi Persib. Tim berjuluk Maung Bandung mendapat kehormatan untuk menjadi lawan tanding dalam laga persahabatan melawan Jerman Timur. Pada pertandingan pertama Persib kalah 2-0 dan pada pertandingan kedua, anak-anak Bandung menjadi bulan- bulanan Jerman Timur dengan skor 7-1.
Pada tahun 1966, Persib harus menelan pil pahit akibat kalah bersaing dari PSM Makasar dalam perburuan gelar juara Perserikatan. Namun, pada tahun 1966, Maung Bandung pernah meraih hasil membanggakan setelah sukses mengalahkan Jerman Timur 1-0 melalui gol tunggal Otong.
Tahun 1968 Persib tampil sebagai juara pada turnamen sepak bola Piala Brawijaya di Surabaya.
Dua gelar juara kompetisi Perserikatan yang diraih Ade Dana (Almarhum) menjadi spesial nilainya karena mengguratkan status Ade Dana sebagai sosok satu-satunya yang sejauh ini mampu mencicipi gelar juara sebagai pemain dan pelatih. Sebagai pemain Ade Dana sukses membawa Persib meraih gelar juara Perserikatan 1961 dan sebagai pelatih gelar juara Perserikatan diraih Ade Dana pada musim 1990.
Pada tahun 1978 Persib Bandung pertama kali terdegradasi kompetesi perserikatan, setelah dikalahkan Persiraja Banda Aceh di babak playoff dengan skor 2-1.
Nandang Kurnaedi adalah salah satu pemain Persib Bandung yang tak pernah berkostum klub lain. Total selama 18 tahun Nandang membela skuad Persib baik di level junior maupun senior sejak 1983-2001.
Angka 16 jadi nomor punggung yang dikenakan Djajang Nurdjaman saat menjadi penentu kemenangan lewat gol tunggal yang dicetaknya ke gawang Perseman Manokwari di final Perserikatan 1986.
Sejak menjuarai kompetisi Perserikatan pada musim 1961, Persib harus menanti selama 25 tahun untuk kembali mencicipi gelar juara Perserikatan di musim 1986.
Nandar Iskandar menorehkan diri sebagai Pelatih Persib termuda yang pernah membawa Persib menjadi juara, tepatnya di usia 35 tahun. Nandar yang lahir pada tanggal 3 Juni 1960 memimpin Maung Bandung merengkuh juara Perserikatan musim 1986, setelah di final Persib mengalahkan Perseman Manokwari 1-0 di Stadion SUGBK, 11 Maret 1986.
PSV Eindhoven yang dihuni sejumlah pemain bintang dunia seperti Eric Gerets, Ruud Gullit, dan Hans van Breukelen datang mesambangi Stadion Siliwangi pada 11 Juni 1986 untuk menghadapi Persib Bandung pada laga uji coba.
Tahun 1990, Persib Bandung mengakhiri kampanye di kompetisi Perserikatan dengan hasil gemilang. Menghadapi Persebaya Surabaya di partai final, Maung Bandung mengandaskan Persebaya Surabaya lewat gol Dede Rosadi dan bunuh diri Subangkit.
Adeng Hudaya memang pemain istimewa karena selama 12 tahun dirinya menjabat sebagai Kapten Persib Bandung. Dalam sejarahnya, Adeng diakui sebagai sosok pemain Persib yang paling lama menjabat sebagai Kapten Persib.
Robby Darwis tercatat sebagai salah satu pemain termuda yang pernah membela skuad Persib. Robby dipercaya membela Maung Bandung pada usia 17 tahun atau di musim 1982. Adalah Marek Janota yang mencium bakat Robby hingga akhirnya didaulat sebagai legenda Maung Bandung bahkan sepak bola Indonesia.
Total 4 gol dicetak Sutiono Lamso di fase 8 besar kompetisi Perserikatan terakhir atau musim 1993/1994, termasuk satu gol yang dicetaknya di laga final kontra PSM Makasar untuk memastikan trofi Perserikatan abadi digenggam Maung Bandung.
Kelompok suporter terbesar Persib, Viking resmi didirikan pada 17 Juli 1993.
Sejak kompetisi sepak bola dengan semangat profesionalisme digulirkan setelah PSSI menggabungkan dua kompetisi berbeda, Perserikatan dan Galatama. Persib Bandung baru mengoleksi satu gelar juara Liga Indonesia tepatnya di musim 1994/1995.
Pelatih legendaris Persib, Indra Muhamad Thohir, tercatat sebagai satu-satunya sosok pelatih yang bisa mempersembahkan dua gelar juara kepada Maung Bandung. Koleksi juara yang pernah diraih Indra Thohir bersama Persib sebenarnya total 4 gelar, 2 gelar juara lainnya diraih ketika ia masih menjabat sebagai pelatih fisik Persib pada kompetisi Perserikatan musim 1986 dan 1990.
Sutiono berhasil membawa Persib juara Liga Indonesia pertama berkat golnya dimenit 75. Kala itu Persib berhasil mengalahkan Petrokimia Putra dengan skor 1-0.
Pada musim kompetisi 1994/1995, kala itu Persib berhasil keluar sebagai juara dan Sutiono berhasil mencetak 21 gol dalam satu musim kompetisi dan rekor tersebut belum bisa disamai oleh pemain Pesib lainnya hingga sekarang. Hanya Cristian Gonzales yang mampu mendekati rekor gol Sutiono saat membela Persib di ISL musim 2009/2010.
Total 61 gol yang dilesakan Maung Bandung saat menjuarai Ligina I musim 1994/1995. Dengan rincian 54 gol di fase Wilayah Barat dan 7 gol di fase putaran final (12 besar). Gol ke-61 Persib yang berujung gelar juara dilesakan Sutiono Lamso.
Aris Rinaldi dikenang bukan karena performanya di bawah mistar gawang tapi karena kasus suap yang diduga melibatkan dirinya kala Persib dikalahkan Persiraja Banda Aceh dengan skor 1-0, 30 April 1995 di Ligina I musim 1994/1995.
Ada 26 pemain Persib yang ikut memberikan peran ketika Persib sukses menjuarai Liga Indonesia I. Mereka adalah : Aris Rinaldi, Anwar Sanusi, Samai Setiadi, Gatot Prasetyo, Yadi Mulyadi, Nandang Kurnaedi, Dede Iskandar, Robby Darwis, Roy Darwis, Mulyana, Nunung Mulyadi, Dudi Subandi, Hendra Komara, Yaya Sunarya, Asep Kustiana, Nana Supriyatna, Dadang Hidayat, Asep Somantri, Yudi Guntara, Yusuf Bachtiar, Sutiono Lamso, Asep Dayat, Asep Poni, Tatang Suryana, Dadang Kurnia, Kekey Zakaria.
Persib mengawali kiprahnya di Liga Indonesia I dengan menempati posisi runner up wilayah barat di bawah Pelita Jakarta yang tampil sebagai juara grup. Persib memperoleh tiket ke 12 besar setelah mengumpulkan 69 poin dari 20 kali menang, 9 kali draw dan 3 kali kalah.
Persib mewakili Indonesia di pentas Liga Champions Asia musim 1995/1996. Namun Maung Bandung gagal melangkah lebih jauh setelah hanya menempati posisi juru kunci di babak fase grup akibat kalah dari Verdy Kawasaki, Ilhwa Chunma, dan Thai Farmers Bank.
Setelah absen di putaran final 8 besar maupun 12 besar. Persib kembali hadir di babak 8 besar Liga Indonesia musim 2001. Sayangnya di babak 8 besar langkah Persib terhenti setelah kalah bersaing dengan PSMS Medan dan Persebaya Surabaya.
Tahun 2003 Persib untuk pertama kalinya menggunakan jasa pemain asing. Trio asal Polandia Mariusz Mucharski, Piotr Orlinski dan Maciejc Dolega jadi rombongan pemain asing pertama di Maung Bandung.
Ada 44 pemain asing yang pernah membela ataupun masih membela Persib hingga tahun putaran I kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012.
Cile jadi negara yang paling banyak menyuplai pemain asing ke Persib Bandung. Sejak pertama kali memakai jasa pemain asing pada Ligina IX musim 2003, total ada 8 pemain Cile yang pernah berkostum Maung Bandung diantaranya Rodrigo Sanhueza, Angelo Espinoza, Claudio Lizzama, Alejandro Tobar, Rodrigo Lemunao, Julio Lopez, Christian Mollina dan Patricio Jimenez.
Persib Bandung pernah menorehkan rekor buruk setelah mencatat rekor 12 kali menjalani pertandinan tanpa kemenangan di Ligina IX musim 2003.
Rodrigo Sanhueza lewat golnya pada menit 58 memastikan Persib bertahan di kompetisi kasta tertinggi setelah meraih kemenangan penting 1-0 atas PSIM Yogyakarta pada babak playoff promosi degradasi, 16 Oktober 2003.
Selangor FC tercatat sebagai klub asing yang paling sering dihadapi Persib Bandung. Klub asal Malaysia ini tercatat sudah tiga kali menjajal kemampuan Maung Bandung di laga ekhsibisi masing-masing pada tahun 11 Juli 1978, 6 Desember 2006 dan 31 Juli 2009.
Persib pernah melakukan tiga kali pergantian pelatih dalam satu musim sekaligus, tepatnya pada musim 2010/2011. Setelah memecat Daniel Darko Janackovic dan menggantikannya dengan Jovo Cuckovic, Persib kemudian memecat Jovo dan menggeser posisinya dengan Daniel Roekito.
Drago Mamic adalah pelatih asing ketujuh yang pernah menangani Maung Bandung setelah Marek Janota, Marek Adrezj Sledzianowski, Juan Paez, Arcan Iurii, Daniel Darko Janackovic dan Jovo Cuckovic.
PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada Persib Bandung pada 13 Desember 2011, setelah Maung Bandung memutuskan mundur dari kompetisi Indonesia Premier League (IPL) dan memilih berkiprah di Indonesia Super League (ISL). Selain sanksi yang bersifat materi, Persib pun diputuskan terdegradasi ke Divisi Utama jika kembali memutuskan berkiprah di kompetisi resmi PSSI.

Sabtu, 15 November 2014

Ribuan pendukung Persib Bandung tumpah di Lapangan Gasibu

Ribuan pendukung Persib Bandung tumpah di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, depan Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (9/11/2014).

Bobotoh dari berbagai kalangan menyemut di Gasibu untuk mengikuti pesta rakyat menyambut gelar juara Liga Super Indonesia yang diraih Persib Bandung, Jumat lalu.

Sebuah panggung besar siap menjadi tempat utama pentas kemeriahan untuk bobotoh. Sejumlah artis papan atas asal Bandung dijadwalkan memeriahkan acara tersebut, salah satunya kelompok musik Noah.

Meski pesta belum dimulai, tak sedikit bobotoh yang sudah berkonvoi dengan sepeda motor maupun berjalan iring-iringan. Mereka berkonvoi sambil meneriakkan yel-yel kemenangan Persib.

Gasibu menjadi pusat kemeriahan puncak pesta warga sejak Jumat lalu. Kota Bandung membiru dan seakan tak pernah mati sejak Jufriyanto mencetak gol terakhir adu penalti untuk kemenangan Persib Bandung atas Persipura Jayapura di Stadion Jakabaring, Palembang.

Sebelum berpesta di Gasibu, bobotoh dan pemain Persib Bandung terlebih dahulu mengarak Piala LSI 2014 keliling kota. Rute arak-arakan dirancang menjangkau Cibiru di ujung Timur hingga Jalan Rajawali di ujung Barat Kota Bandung. Arak-arakan diakhiri di Gasibu, pusat pesta digelar. 
JCO

Jumat, 14 November 2014

persib vs persipura

PalembangCNN Indonesia -- Persib Bandung mengakhiri pacelik gelar juara setelah menaklukkan Persipura Jayapura lewat drama adu penalti 5-3 (2-2) pada final Liga Super Indonesia (LSI) 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Jumat (7/11).

Persipura unggul lebih dulu lewat gol Ian Louis Kabes pada menit keenam. Persib kemudian berbalik unggul 2-1 melalui gol bunuh diri Imanuel Wanggai (45 2') dan Muhammad Ridwan (52').

Boaz memaksakan babak tambahan dilakukan melalui gol penyeimbang 2-2 pada menit ke-79. Pertandingan akhirnya harus ditentukan lewat drama adu penalti setelah tidak ada gol tercipta di 2x15 menit babak tambahan.

Dalam drama adu penalti, kelima pemain Persib mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sedangkan satu pemain Persipura yang gagal melakukan penalti adalah Nelson Alam.

Ini merupakan gelar Liga Indonesia pertama bagi Persib sejak menjadi juara Divisi Utama musim 1994/1995. Sedangkan Persipura gagal memecahkan rekor sebagai klub pertama yang mampu mempertahankan gelar LSI.

Jalannya pertandingan

Pertandingan berlangsung menarik sejak wasit Prasetyo Hadi meniup peluit tanda dimulainya pertandingan. Laga baru berjalan enam menit, Persipura sudah mampu unggul lewat gol Ian Louis Kabes.

Usai menerima umpan terobosan dari Gerald Pangkali, Kabes berhasil lolos dari pengawalan Vladimir Vujovic dan kemudian melepaskan sontekan kaki kanan yang tidak mampu diantisipasi kiper I Made Wirawan.

Persib menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-45 3 melalui gol bunuh diri Imanuel Wanggai. Dua menit sebelumnya Persipura harus kehilangan pemain setelah bek Bio Paulin mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Ferdinand Sinaga.

Keunggulan jumlah pemain benar-benar dimanfaatkan Persib. Tim besutan Djadjang Nurdjaman itu berbalik unggul 2-1 pada menit ke-53 melalui gol Muhammad Ridwan. Pemain sayap Timnas Indonesia itu berhasil meneruskan umpan terobosan Firman.

Semangat Persipura tidak menurun meski tertinggal dan kalah jumlah pemain. Menit ke-59, tim Mutiara Hitam hampir menyamakan kedudukan lewat tendangan jarak jauh Boaz. Namun, tendangannya masih melambung.

Usaha keras Persipura membuahkan hasil pada menit ke-79. Boaz menyamakan kedudukan usai menerima umpan Robertino Pugliara. Boaz tidak terjaga di mulut gawang Persib setelah Ferinando Pahabol dan Robertino melakukan kerjasama yang apik.

Babak tambahan terpaksa digelar setelah babak kedua berakhir imbang 2-2.

Makan Konate seharusnya bisa membawa Persib unggul pada menit ke-92. Pemain asal Mali itu membuang peluang meski tinggal berhadapan dengan kiper Dede Sulaiman. Tendangan Konate masih bisa diblok Dede.

Persib juga harus tampil dengan sepuluh pemain setelah bek Vladimi Vujovic mendapatkan kartu kuning keduanya. Vujovic diusir wasit setelah berusaha menyundul bola meski sedang dalam penguasaan Dede. Kedudukan 2-2 bertahan tetap bertahan dan adu penalti harus dilakukan

Nelson Alom menjadi satu-satunya eksekutor penalti Persipura yang gagal. Sedangkan kemenangan Persib ditentukan melalui Achmad Jufriyanto yang menjadi penendang penalti kelima tim Maung Bandung.

Kamis, 13 November 2014

persib juara

Persib Bandung mengakhiri penantian panjang selama 19 tahun. Jumat, (7/11/2014) menjadi hari bersejarah buat tim berjuluk Maung Bandung itu. Sejak terakhir menjadi juara Liga Indonesia I musim 1994-95, Persib baru juara lagi.
Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang menjadi saksi bisu sukses tim besutan Djadjang Nurdjaman itu. Gol Ahmad Jufriyanto yang ditunjuk sebagai eksekutor terakhir menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang pun seakan ingin meledak dengan teriakan membahana suporter Persib.
Gelar juara Persib Bandung pun meninggalkan catatan menarik yang tidak pantas dilewatkan. Berikut ulasannya sebagaimana dikumpulkan Liputan6.com dari berbagai sumber.
Berikut ulasannya...
1. Untuk pertama kali dalam 19 tahun, Persib tampil menjadi juara. Pada 1995, Persib mengalahkan Petrokimia Putera (kini Persegres Gresik United) dengan skor 1-0 lewat gol Sutiono Lamso.
2. Persib juara melalui adu penalti dengan skor 5-3 setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal. Sejak kompetisi Liga Indonesia dan Galatama dilebur menjadi satu 20 tahun lalu, drama adu penalti belum pernah terjadi untuk menentukan gelar juara.
Sejauh ini, hanya ada 4 tim yang harus melewati babak perpanjangan waktu untuk merebut gelar juara. Empat tim tersebut adalah, Petrokimia Putra (2002-03), Persipura Jayapura (2005), Persik Kediri (2006), dan Sriwijaya FC (2007).
3. Gelandang Persib Bandung, Firman Utina kini menjadi pemain yang paling sering tampil di final kompetisi domestik. Firman turun di final Divisi Utama musim 2002 bersama Persita Tangerang, tampil di dua final Liga Indonesia (Copa Dji Sam Soe) bersama Arema, Divisi Utama musim 2002 bersama Persita Tangerang, dan kini final ISL dengan bendera Persib.
Firman juga merebut gelar juara liga denga dua tim berbeda bersama Sriwijaya FC dan sekarang Persib Banung.
4. Persib memperbaiki rekor pertemuan atas Persipura Jayapura di kancah domestik. Persib kini mengantongi 2 kemenangan dari 13 pertandingan sejak 2004 lalu. Persib mampu menang atas Persipura 10 tahun lalu ketika format kasta kompetisi tertinggi di Indonesia bernama Divisi Utama.
5. 15 menit terakhir menjadi momen kebangkitan Persib. 41 persen gol Persib dicetak di akhir pertandingan, termasuk di semifinal melawan Arema Cronus.
6. Hujan kartu tercipta di Pertandingan final ini. Kedua kubu sama-sama mendapatkan lima kartu kuning. Kartu merah untuk Pierre Biopauline dan Vladimir Vujovic diberikan wasit setelah kedua pemain itu sama-sama mendapatkan kartu kuning

Rabu, 12 November 2014

ASIAN GAMES 2014: Sepakbola Diduga 'Diatur' Bandar Judi

Bisnis.com, INCHEON - Diduga terjadinya pengaturan hasil pertandingan sepak bola putra di Asian Games Icheon, Kamis (25/9/2014), setelah perusahaan penganalisis pasar taruhan menyebutkan adanya indikasi kuat manipulasi pertandingan.

Panitia Penyelenggara Asian Games berjanji akan melakukan penyelidikan mendalam, setelah Sportradar --yang bermarkas di Swiss-- menyebutkan dugaan keras itu seperti diberitakan koran Singapura.

"OCA menanggapi hal ini dengan serius dan bekerja sama dengan Federasi Sepa Bola Asia (AFC) dan badan sepak bola dunia (FIFA) dalam melakukan infestigasi," kata ofisial kepada AFP, yang dikutip Antara.

"Kami dapat mengatakan bahwa kami amat yakin terjadi manipulasi dalam pertandingan Asian Games," kata Andreas Krannich, direktur manajer bidang strategi dan integritas Sportradar.

Krannich tidak menyebutkan tim mana yang terlibat tapi ia mengatakan perhatiannya terpusat pada setidaknya satu pertandingan dimana terjadi gol pada pada menit akhir.

"Sebagai contoh, pada pertandingan tertentu pada kompetisi ini, para petaruh amat yakin ada satu gol yang terjadi pada menit akhir yang diatur," katanya seperti dilaporkan koran itu.

"Ada gerakan aneh dan penyimpangan yang mencurigakan dan hal ini diperhitungkan tidak terjadi pada pertandingan reguler," katanya.

Krannich menambahkan, "Beberapa pertandingan dimanipulasi dengan cara sama, sehingga menimbulkan kecurigaan ada sindikat yang sama yang sedang beroperasi di Incheon, Korea Selatan," Belum ada komentar dari AFC maupun dari FIFA.

Turnamen sepak bola putra di Asian Games Incheon sudah memasuki putaran kedua, Kamis, setelah menyelesaikan pertandingan penyisihan grup, Senin.

Selasa, 11 November 2014

rekor rekor indonesia vs korut

Berikut rekor pertemuan Indonesia vs Korut berdasarkan data 11v11.com:
  • 7 Mei 1979   Indonesia 1 vs Korut 3 (di Bangkok; kualifikasi Piala Asia 1980)
  • 2 Mei 1985   Indonesia 0 vs Korut 7 (di Peshawar, Pakistan; turnamen Quaid-E-Azam)
  • 26 Agt. 1986   Indonesia 1 vs Korut 2 (di Singapura; Merlion Cup)
  • 27 Feb. 1987   Indonesia 0 vs Korut 2 (di Bangkok; Kings Cup)
  • 21 Mei 1989   Indonesia 0 vs Korut 0 (di Jakarta; kualifikasi Piala Dunia 1990)
  • 9 Juli 1989   Korut 2 vs Indonesia 1 (di Pyongyang; kualifikasi Piala Dunia 1990)
  • 13 April 1993   Indonesia 0 vs Korut 4 (di Doha, Qatar; kualifikasi Piala Dunia 1994)
  • 28 April 1993   Indonesia 1 vs Korut 2 (di Singapura; kualifikasi Piala Dunia 1994)
  • 10 Sep 2012   Indonesia 0 vs Korut 2 (di Jakarta; persahabatan/SCTV Cup). (Kabar24.com)

Senin, 10 November 2014

beda sepakbola indoensia dan korut

VIVAbola – Sejak cabang olahraga sepakbola di Asian Games menggunakan format tim U-23 pada 2002, ini adalah pertama kalinya Indonesia lolos dari fase grup. Sebelumnya, Indonesia gagal lolos, bahkan dua kali tak ikut ambil bagian.

Dengan memutuskan tak ikut ambil bagian, kita sadar bahwa sebelumnya, kita tak benar-benar serius untuk tampil dalam cabor sepakbola di Asian Games. Keikutsertaan Indonesia pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan terbilang hal yang positif.   

Namun, kondisi itu berbeda dengan yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut), lawan Indonesia di 16 besar Asian Games 2014. Sejak Asian Games 2002, Korut selalu mengikutsertakan tim sepakbola U-23 mereka. 

Hebatnya lagi, dari tiga Asian Games terakhir, Timnas U-23 Korut selalu bisa mencapai babak perempatfinal. Namun, Korut belum mampu menjadi juara, bahkan untuk tampil di babak semifinal juga belum bisa mereka lakukan ketika format menggunakan tim U-23. 

Hal ini berbanding terbalik dengan Timnas Indonesia U-23, yang tak ambil bagian pada Asian Games 2002 di Korsel. Kemudian pada Asian Games 2006 di Doha, Qatar, Timnas U-23 tak lolos fase grup setelah dua kali kalah dan sekali imbang. 

Saat itu, Timnas U-23 dibantai Irak dengan skor 0-6, lalu ditundukkan Suriah dengan skor 1-4, terakhir bermain imbang 1-1 dengan Singapura. Pada Asian Games 2010 di Tiongkok, Indonesia kembali tak ikut serta di cabor sepakbola. 

Baru pada 2014, PSSI mengirim Garuda Muda untuk bersaing di Asian Games, dan untuk pertama kalinya pada format penggunaan tim U-23 mampu lolos dari fase grup. Sayangnya, tim asuhan Aji Santoso sudah harus bertemu Korut di babak 16 besar, yang masyarakat Indonesia harapkan, ada kejutan dari Bayu Gatra dan kawan-kawan.

Minggu, 09 November 2014

jadwal aff

Jepang melangkah ke perempat final usai menumbangkan Palestina dengan skor 4-0, sedangkan Yordania membekap Kyrgyzstan dengan skor 2-0. Dua gol Yordania dicetak pada babak pertambahan waktu oleh Alessawi A. (menit 112) dan Almardi M. (115).
Berikut hasil pertandingan babak 16 besar atau perdelapan final Sepakbola Asian Games 2014, Kamis (25/9/2014).
Asian Games - Play Offs  
 25.09. 15:00AETJordan U23 Kyrgyzstan U232 - 0
     (0 - 0)
 25.09. 15:00FinPalestine U23Japan U23 0 - 4
 25.09. 18:00FinSouth Korea U23 Hong Kong U233 - 0
 25.09. 18:00FinThailand U23 China U23 2 - 0
Sementara itu, Timnas Indonesia U-23 akan ditantang Korea Utara di babak perdelapan final atau 16 besar Asian Games 2014 yang akan digelar di stadion Goyang, Jumat (26/9/2014).
Indonesia diprediksi akan menurunkan semua pemain terbaiknya, setelah merotasi hampir 70 persen skuatnya saat melawan Thailand di pertandingan terakhir Grup E. Saat itu Timnas U-23 dihajar dengan skor telak 6-0.
Berikut jadwal lengkap 16 besar atau perdelapan final sepakbola Asian Games 2014.
 26.09. 14:00Iraq U23Tajikistan U23
 26.09. 14:00Vietnam U23United Arab Emirates U23
 26.09. 18:00North Korea U23Indonesia U23
 26.09. 18:00Uzbekistan U23Saudi Arabia U23
Kekalahan Indonesia dengan skor telak 0-6 dari Thailand dalam matchday ketiga Grup E cabang sepak bola Asian Games membuat skuat Merah Putih harus bertemu tim kuat Korea Utara di babak 16 besar.
Kekalahan tersebut membuat tim asuhan Aji Santoso hanya bisa menempati peringkat kedua Grup E dan harus berhadapan dengan Korut yang tampil sebagai juara Grup F setelah melibas Pakistan dengan skor 2-0 dan Tiongkok 3-0.
Menjelang babak 16 besar, Indonesia harus bersiap menghadapi lawan keras. Bahkan, telah muncul prediksi bahwa Indonesia memang bisa lolos dari Grup E, tetapi langkah Alfin Tuasalamony dkk. bakal terhenti di 16 besar, terlepas dari apakah lawan Korut ataupun Tiongkok yang sejak awal memang diperkirakan mewakili Grup F ke perdelapan final.
Berdasarkan catatan sejarah, Korut sangat superior atas Indonesia. Dalam sembilan kali pertemuan, Korut menang delapan kali dan hanya satu kali tim Merah Putih bisa mengimbangi tim berjuluk Chollima (Pasukan Berkuda) tersebut.
Satu-satunya keberhasilan Indonesia mengimbangi Korut terjadi pada babak kualifikasi Piala Dunia 1990 di Stadion Senayan (kini Gelora Bung Karno) pada 21 Mei 1989. Ketika itu Indonesia mempunyai skuat terhebat di Asia Tenggara setelah menjuarai Sea Games untuk pertama kali pada 2 tahun sebelumnya.
Tetapi, pada pertemuan kedua di Stadion Yanggakdo, Pyongyang, pada 9 Juli 1989 Indonesia kalah 1-2. Bahkan Indonesia sempat tertinggal 0-2 melalui Chu Gyong-sik pada menit ke-40 dan Han Hyong-il pada menit 64. Indonesia memperkecil defisit gol 9 menit kemudian lewat Inyong Lolombulan.

Sabtu, 08 November 2014

sepakbola asean

JAKARTA - Hasil pertandingan babak 16 besar atau perdelapan final Sepakbola Asian Games 2014 di hari pertama sudah selesai, Kamis (25/9/2014).
Thailand yang berada satu grup dengan Indonesia saat di babak penyisihan berhasil melangkah ke perempat final usai menundukkan China dengan skor 2-0. Dua gol Tim Negeri Gajah Putih diciptakan strikernya, Adisak Kraisorn pada menit 47 dan 76.
China sendiri sejak babak pertama harus bermain dengan 10 orang pemain setelah Yang T menerima kartu merah pada menit 34. Hal ini kemudian dapat dengan baik dimanfaatkan oleh anak asuh Kiatisuk Senamuang.
Selain Thailand, Korea Selatan juga berhasil melangkah ke babak selanjutanya usai mengalahkan Hong Kong dengan skor 3-0. Ketiga gol tim Korsel dihasilkan oleh Lee Yong Kae (menit 59), Park Yong Ho (menit 76) dan ditutup oleh Kim Jin-sun jelang laga berakhir.
Dengan hasil ini, maka Thailand di babak perempat final Asian Games 2014 akan jumpa dengan Yordania, sedangkan Korea Selatan bertemu dengan Jepang.